Komponen pembentuk manusia ada 3, yaitu ruh, jasad,
dan nafs. Ruh
itu suci dan tidak pernah kotor. Ruh merupakan sebagian zat Allah yang ditiupkan ke manusia saat janin
berusia 4 bulan. Seperti yang difirmankan Allah dalam QS. As-Sajdah: 9, yang
artinya “Kemudian
Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia
menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit
sekali bersyukur.” Kemudian dlam QS.As-Saad: 72, Allah juga berfirman yang
artinya ”Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya
roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” Ruh
memberikan energi baginafs dan memberikan nyawa bagi jasad.
Selasa, 30 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa
Dengan berdoa kita menunjukkan kepada Allah bahwa kita
ini tidak berdaya dan lemah dihadapan Allah. Allah lebih menyukai orang yang
rajin berdoa dan memohon pertolongan Allah daripada orang yang tidak pernah
berdoa. Orang yang tidak pernah berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah
menunjukkan bahwa orang tersebut adalah orang sombong. orang yang tidak pernah
berdoa kepada Allah merasa bahwa dirinya
mampu melakukan apapun sendiri tanpa bantuan/pertolongan dari Allah.
Kita bisa membebaskan diri kita dari rasa khawatir dengan
pikiran kita melalui 2 cara, yaitu menggunakan pikiran kita semaksimal mungkin
atau tidak menggunakannya sama sekali. Dalam berdoa kia harus menghilangkan
pikiran-pikiran khawatir dalam diri kita. Agar Allah mengabulkan doa kita, maka
dalam berdoa harulah khusyuk. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada
Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam
berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita
sewaktu kita melantunkan doa-doa. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita tidak
berdaya dan menunjukkan bahwa keberhasilan yang kita capai tidak lepas dari
pertolongan Allah.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah
Melalui Al-Qur’an kita mengenal 2 sifat Allah, yaitu
sifat jamaliyah dan sifat jalaliyah. sifat jamaliyah Allah Melalui jalal-Nya,
Allah menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Sedangkan melalui
jamal-Nya, Allah menunjukkan keindahan-nya. Allah memperkenankan dirinya
melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah, bukan melalui
jalaliyah-Nya. Kita tidak bisa mengenali Allah dari Dzat-Nya.
Kasih sayang Allah lebih besar dari kemurkaan-Nya.
Oleh sebab itu, Allah akan lebih mudah memberikan ridho-Nya dibandingkan dengan
kemurkaan-Nya. Namun kita juga harus memahami akan kedua sifat Allah, baik dari
sisi jamaliyah-Nya maupun dari sisi jalaliyah-Nya agar kita dapat menyeimbangkan
antara kedua-Nya.
(REFLEKSI) Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT
Dalam QS Al-A’raaf: 55, Allah telah berfirman yang
artinya “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah
diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas.” Dalam berdoa kita tidak boleh menunjukkan kesombongan kita.
Berdoa telah menunjukkan ketidakberdayaan kita dihadapan Allah dan kita memang
memerlukan pertolongan dari Allah. Oleh karena itu, kita harus berdoa dengan
khusyuk, sungguh-sungguh, dan merendah dihadapan Allah. Dengan begitu insya
Allah, Allah akan mengabulkan doa-doa kita.
Minggu, 28 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian
Mencari ilmu tidak ada akhirnya. Setiap kita ingin mencari suatu ilmu, maka
akan timbul ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Ilmu selalu
berkembang dari waktu ke waktu. Tidak ada yang bisa memastikan kapan suatu
pengetahuan akan berhenti berkembang
karena pada hakikatnya pengetahuan itu dinamis. Begitu pula dengan
kepastian. Di dunia ini tidak ada yang pasti karena kepastian hanya miliki Allah
semata.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html
Dalam artikel ini telah diuraikan bahwa ada 8 hal lagi yang dapat dilakukan
agar seorang mukmin dapat menghuni surga. Kedelapan hal tambahan tersebut
antara lain
1.
memperbanyak
membaca Al-Quran
2.
terus-menerus
berdoa
3.
berpartisipasi
dalam kebaikan (memberikan bantuan)
4.
berpartisipasi
dalam acara-acara keagamaan
5.
menghidupkan
malam-malam yang penting
6.
membayar khumus
yang diwajibkan kepadanya sehingga mensucikan hartanya
7.
menjalankan
semua kewajiban dengan penuh perhatian, kerajinan, dan kecermatan
8.
tidak boleh
bergunjing
Kedelapan hal di atas ditambah 22 hal yang telah disebutkan dalam artikel
sebelumnya dapat dilakukan dan diamalkan agar kelak kita sebagai hamba Allah
dapat menghuni tempat yang paling diidam-idamkan oleh para muslim seluruhnya,
yaitu surga.
Jumat, 26 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)
Dalam artikel yang berjudul Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu
(Proyek Satu) telah disebutkan bahwa ada 10
hal yang dapat dilakukan agar dapat kita mampu mengembangkan proyek
menghuni surga ini. dalam artikel ini akan disampaikan 12 hal yang dapat
dilakukan agar kelak kita bisa menghuni surga. Hal-hal tersebut adalah
1.
tidak membongkar
aib orang beriman,
2.
selalu mulai
dengan salam,
3.
selalu belajar
dan bertanya tentang hal yang belum diketahui,
4.
melakukan amar
ma’ruf nahi munkar,
5.
tidak marah
kecuali karena Allah,
6.
tidak
menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat,
7.
melakukan shalat
malam,
8.
menjadi teladan
bagi akhlak terpuji baik di rumah, di jalan, dan di pekerjaan,
9.
menghadiri
majelis zikir dan majelis husainiayah,
10.
memelihara
pandangan dari apa yang diharamkan Allah,
11.
memiliki
kecemburuan pada agamanya dan istrinya,
12.
bagi perempuan
memakai hijab secara sempurna, tidak menampakkan selmbar rambut pun dengan
sengaja dan tidak berhias untuk orang lain selain suaminya.
12 hal di atas di tambah 10 hal yang telah disebutkan pada artikel yang
berjudul Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Satu) dapat kita
lakukan apabila kelak kita ingin menjadi penghuni surga.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html
Untuk mengembangkan proyek menghuni surga, maka hal-hal yang dapat kita
lakukan adalah sebagai berikut:
1.
memelihara waktu
shalat,
2.
menghadiri
shalat berjama’ah,
3.
bertasbih dengan
tasbih Azzahra terutama setelah shalat,
4.
selalu membaca
shalawat kepada Muhammad dan keluarganya,
5.
selalu
beristighfar memohon ampunan,
6.
selalu berzikir
kepada Allah,
7.
shalat-shalat
sunat harian,
8.
menyambungkan
silaturahmi dengan orang tua,
9.
menyesali dosa,
10.
bergaul baik
antara suami istri.
Jika sepuluh hal di atas dapat kita lakukan, maka kita insyaAllah kelak
kita dapat menjadi penghuni surga. Amiin.
(REFLEKSI) Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas
Allah selalu memberikan rahmat kepada makhluk
ciptaan-Nya agar ciptaan-Nya tersebut dapat selalu hidup. Setiap ciptaan-Nya
diberi keleluasaan untuk membentuk tesis-anti tesis, keikhlasan, dan daya
pikir. Tesis dan anti tesis yang diciptakan melalui ihktiar ciptaan-ciptaan
tuhan tersebut akan menentukan timbangan amal perbuatannya.
Orang yang memiliki keikhlasan hati dan mampu berpikir
kritis akan dapat membangun hidup dan dunianya. Semua hal yang ada di dunia ini
merupakan rahmat Allah. Pikiran yang kritis dapat tumbuh seiring adanya
keikhlasan dalam hati kita. Keikhlasan hati dan pikiran yang kritis dapat kita
jadikan sebagai alat dalam membangun bangsa dan negara ini karena jika dalam
diri kita terdapat hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis maka kita akan
lebih mudah dalam melawan kelaliman black-hole diraja dan pengikutnya.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html
Kesombongan dan ego akan menggagalkan kita dalam mencari ilmu. Dalam mencari ilmu, diperlukan keikhlasan hati dan pikiran yang kritis. Apabila ada keikhlasan dalam hati kita, maka Allah akan memberikan ridho kepada kita sehingga kita akan mendapatkan kemudahan dalam mencari ilmu ilmu tersebut. oleh karena itu, agar kita dapat memperoleh ilmu yang sesungguhnya maka kita harus menumbuhkan keikhlasan dalam hati kita dan juga pikiran yang kritis.
Kesombongan dan ego akan menggagalkan kita dalam mencari ilmu. Dalam mencari ilmu, diperlukan keikhlasan hati dan pikiran yang kritis. Apabila ada keikhlasan dalam hati kita, maka Allah akan memberikan ridho kepada kita sehingga kita akan mendapatkan kemudahan dalam mencari ilmu ilmu tersebut. oleh karena itu, agar kita dapat memperoleh ilmu yang sesungguhnya maka kita harus menumbuhkan keikhlasan dalam hati kita dan juga pikiran yang kritis.
Rabu, 24 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri
Dunia itu persis seperti yang kita pikirkan, persis
seperti yang kita rasakan, dan dunia itu merupakan cerminan dari diri kita.
Apabila kita berlaku baik pada dunia, maka dunia juga akan berlaku baik pada
kita. Sebaliknya apabila kita berlaku buruk pada dunia, maka dunia juga akan
berlaku buruk pada kita. Apapun perlakuan yang kita berikan pada dunia, maka dunia
juga akan merespon kita dengan perlakuan yang sama dengan yang telah kita
berikan.
Dalam hidup di dunia, kita dilarang untuk berlaku
sombong. Allah telah berfirman dalam QS.Al Israa’ ayat 37 yang artinya “Dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya
kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan
sampai setinggi gunung.” Sesungguhnya kesombongan itu dosa pertama dan yang
terbesar di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita tidak boleh berlaku sombong
karena kesombongan dapat menutup dan mencegah diri kita mendapatkan ilmu dan
hidayah dari Allah.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar
Cita-cita dapat diraih melalui dua hal yang
bersinergis, yaitu doa dan ikhtiar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan doa saja
atau pun ikhtiar saja. Orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari takdir
disebut kaum fatal, sedangkan orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari
ikhtiar saja disebut kaum vital.
Dalam hidup ini, kita harus menyeimbangkan antara
ikhtiar dan do’a. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha atau
sebaliknya kita tidak boleh hanya berusaha tanpa diiringi dengan do’a. Apabila
kita telah berusaha (ikhtiar) dengan sungguh-sungguh maka kita harus
menyerahkan semua keputusannya kepada Allah. Kita harus berdo’a agar Allah
meridhoi apa yang kita lakukan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita
melakukan suatu usaha (ikhtiar) maka kita juga harus mengimbanginya dengan do’a.
Selasa, 23 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi
Tidak seharusnya kita mencintai sesuatu atau pun
seseorang melebihi cinta kita kepada Allah. Mencintai sesuatu atau seseorang
harus didasarkan pada cintanya kepada Allah. Apabila kita lebih mencintai
sesuatu atau seseorang melebihi cintanya pada Allah, maka ia tidak memiliki
iman. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. kasih sayang Allah meliputi
segala sesuatu yang ada maupun yang mungkin ada. Oleh karena itu, kita harus
mencintai Allah dan rasul di atas segalanya. Kita juga harus berusaha agar kita
dapat menjadi kekasih Allah dan dicintai oleh Allah. Apabila ada orang yang
mencintai sesuatu/seseorang melebihi mencintanya kepada Allah, maka Alah tidak
akan memberikan hidayah kepadanya.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan
Artikel di atas sangat menarik untuk di baca. Setelah
membaca artikel tersebut, saya memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru. Melalui
artikel Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan ini, saya
dapat merefleksi dan menginstrospeksi diri saya sendiri. Hal yang paling
menarik bagi saya di dalam artikel ini adalah pernyataan “Barang siapa berbuat dosa sambil tertawa, maka
Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa
berbuat taat sambil menangis, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga
dalam keadaan tertawa gembira.” Melalui artikel ini, kita diajarkan untuk
tidak berperilaku sombong, munafik, dan menyepelekan sesuatu (sekecil apapun itu). Selain itu, artikel
tersebut juga mengajarkan agar saya senantiasa bersyukur sehingga saya dapat
merasakan nikmat yang Allah berikan kepada saya.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai
http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html
Semua yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan Allah
SWT. Allah satu-satu dzat yang mampu menciptakan alam semesta ini. Tiadalah
sesuatu yang ada di langit dan bumi kecuali kuasa dan rahmat Allah. Oleh karena
itu, sebagai hamba Allah yang mempercayai keESAan allah maka kita wajib
mengingat dan menyebut asma Allah kapan pun dan di mana pun kita berada. Selain
itu, kita juga harus senantiasa beristighfar karena istighfar mampu merontokkan
dosa-dosa kecil yang kita miliki.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja
Manusia diciptakan Tuhan, disertai dengan nafsu. Nafsu
yang dimiliki manusia ada yang baik ada pula yang tidak baik. Nafsu yang tidak
baik identik dengan sifat sombong, iri, dengki, riya’, munafik, pendusta, dll.
Seseorang yang telah mampu membedakan baik-buruk sesuatu, maka orang tersebut
telah memiliki nafsu yang baik.
Seseorang yang masih memiliki nafsu yang tidak baik
dalam dirinya harus bermujahadah (melawan nafsu yang buruk). Apabila seseorang
tersebut berhasil melakukan mujahadah sembari dengan beristighfar, maka insya
allah Allah akan memberikan ridho-Nya dan kita juga akan mendapatkan kebaikan
dari nafsu yang kita miliki.
Minggu, 21 April 2013
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu
Di dalam hati yang ikhlas terdapat nafsu Quwattun
Rabbaniyah, yaitu nafsu dari unsur-unsur malaikat dan unsur Tuhan. Apabila kita
memiliki hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis maka kita akan mampu melawan
nafsu-nafsu yang buruk. Jika hati kita ikhlas, maka Allah akan meridhoi kita.
Allah juga akan menghindarkan kita dari nafsu-nafsu yang buruk, baik nafsu
kebinatangan atau pun nafsu binatang buas. Oleh karena itu, agar kita memiliki
nafsu-nafsu dari unsur malaikat dan Tuhan (nafsu Quwattun Rabbaniyah), maka
kita perlu menumbuhkan ikhlas di dalam hati kita.
Sabtu, 20 April 2013
REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia
Kesempatan hanya datang satu kali dan tidak akan bisa
terulangi. Orang yang bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik, maka ia adalah
orang yang benar-benar memahami hakikat ruang dan waktu. Dalam meretas
peradaban manusia harus menyeimbangkan antara hati dan pikiran. jangan sampai
berat salah satu. oleh karena itu, jangan kita salah melangkah dalam upaya
meretas peradaban ini agar kedepannya kita masa depan yang cemerlang dapat
terwujud.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas
Harta bukanlah segalanya bagi kita. Apabila kita mati,
harta tidaklah kita bawa. Satu-satunya amalan yang masih mengalir meskipun kita
telah mati adalah amal jariyah. Ada 3 hal yang dimiliki manusia selama hidup di
dunia ini, yaitu harta, keluarga, dan amal. Setelah manusia mati, 2 diantaranya
akan kembali dan hanya 1 yang tetap bersamanya, yaitu amal jariyah. Harta dan
keluarga tidak akan ikut bersama kita -tidak akan kita bawa mati-, tetapi amal
jariyah akan tetap bersama dengan kita. Pahala dari amal jariyah yang kita
miliki akan tetap mengalir walaupun kita telah mati. Oleh sebab itu, selagi
masih ada kesempatan hidup di dunia, maka kita jangan hanya sibuk mencari
materi saja namun kita juga harus memperbanyak amalan kita, terutama amal
jariyah kita.
Kenyataannya, terkadang ada orang yang ‘eman-eman’ menyedekahkan hartanya. Tapi
tidak sedikit pula orang yang gemar bersedekah. Agar kita tidak merasa ‘eman-eman’ untuk menyedekahkan sebagian
harta yang kita miliki, maka kita perlu menumbuhkan ikhlas dalam diri kita
terlebih dahulu. Apabila kita sudah ikhlas maka kita tidak akan merasa ‘eman-eman’ karena apa yang kita lakukan
tersebut adalah demi memperoleh ridho Allah.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Tidak ada
seorang pun yang belum pernah melakukan kesalahan. Apabila melakukan kesalahan
kepada Allah, maka kita harus segera memohon ampunan kepada-Nya. Kita harus
benar-benar -bertaubat- menyesali apa yang telah kita perbuat dan berjanji
untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Taubat yang seperti itu
dikenal dengan istilah taubat nasuha. Taubat nasuha merupakan taubat yang
benar-benar murni. Apabila seorang mukmin melakukan taubat ini dengan ikhlas
dan sungguh-sungguh berarti dia telah memohon ampun kepada Allah atas segala
kesalahan-kesalahan yang ia perbuat dan Insya Allah, Allah juga akan memberikan
pengampunan.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir
Dalam QS.Al-Baqarah ayat 152, Allah berfirman “Karena
itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. Dalam ayat
tersebut Allah memerintahkan kepada umatnya untuk selalu mensyukuri apa yang
telah Allah berikan kepada mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berdzikir. Dengan berdzikir maka kita
akan selalu mengingat Allah. Dengan berdzikir kita menjadi lebih dekat dengan
Allah.
Apabila
kita selalu bersyukur kepada Allah, maka sulit bagi syaitan untuk merasuki diri
kita. Dengan bersyukur maka kita tidak akan merasa susah malah kita akan dapat
merasakan nikmat yang Allah berikan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa
berdzikir mengingat Allah dan bersyukur kepada Allah agar kita tidak menjadi
kufur nikmat.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas
Kegiatan ritual ikhlas merupakan
kegiatan olah hati. Dalam kegiatan ini, hati kita akan diolah dan biasakan agar
selalu ikhlas. Apapun yang kita lakukan dan kita perbuat haruslah dengan ridho Allah. Setiap apa yang kita lakukan
kita hanya boleh mengharapkan ridho dari Allah. Jika Allah telah memberikan ridho kepada
kita, maka apa yang kita lakukan akan terasa lebih mudah dan lebih ringan.
Berbicara mengenai rezeki, maka rezeki
kita masing-masing telah diatur oleh Allah. Sehat
atau pun sakit itu datangnya dari Allah. Maka dari
itu, allah pulalah yang mampu membuat kita sehat atau menjadikan kita sakit.
Jika ingin sehat selalu atau ingin sembuh dari sakit, maka memohonlah
-memintalah- kepada Allah karena Allah lah satu-satunya tempatmu
meminta. Oleh karena itu, kita harus senantiasa ingat kepada Allah agar kita selalu dekat dengan-Nya.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan teknis
Seperti yang telah Bapak
sampaikan dalam artikel “Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis” di atas
bahwasanya Allah tidak membeda-bedakan umatnya, baik dari pangkat, derajat, harta,
atau bahkan kekuasaannya. Semua umat-Nya sama dihadapan Allah. Oleh karena itu,
sekali saja kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh merasa bahwa kita adalah
segalanya karena Allah sangat tidak menyukai umatnya yang berlaku riya’. Kita
harus selalu membiasakan diri kita untuk berperilaku ikhlas agar Allah juga
memberikan selalu ridho kepada kita.
REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas
Tujuan diciptakannya jin dan
manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. karenanya, kita dilarang untuk
menyembah kepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya
kepada Allah. Dalam beribadah kita hanya boleh mengharapkan ridho dari Allah,
bukan yang lainnya. Untuk dapat menggapai keikhlasan, maka kita perlu memiliki
niat yang lurus. dalam melakukan apapun berniatlah yang lurus, tujuan semua
yang kita lakukan hanya kepada Allah.
Saat kita ingin melakukan
kebaikan maka pastilah akan ada banyak godaan. begitu pula dengan ikhlas. Salah
satu penghalang terbesar ikhlas adalah riya’. Perilaku riya’ mencerminkan bahwa
perilaku tersebut belum didasari keikhlasan. apabila kita melakukan sesuatu
tidak didasari rasa ikhlas maka kita juga tidak akan memperoleh ridho dari
Allah. Oleh karena itu, kita harus senantiasa membiasakan diri kita untuk
berperilaku ikhlas dan tidak sombong.
Kamis, 18 April 2013
(REFLEKSI): Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya
Sebenarnya tujuan dari ritual ikhlas adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Apapun yang kita lakukan jika tidak mendapatkan ridho Allah maka semua itu tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang akan kita lakukan harus kita dasari dengan niat yang ikhlas, tulus, dan niat yang benar-benar bersih. Dalam melakukan segala sesuatu kita tidak boleh mengharapkan apapun dari selain Allah. Satu-satunya yang patut kita harapkan adalah ridho Allah. Oleh karena itu, kita pastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah perbuatan yang baik sehingga Allah akan meridhoi kita.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas Oleh Marsigit
Dari artikel di atas, ditunjukkan
bahwa tokoh Cantraka Sakti memiliki perilaku sombong, yaitu dengan memamerkan
dirinya bahwa ia adalah lulusan Cambridge University. Tokoh Cantraka Sakti juga
sangat angkuh dengan merasa bahwa dirinya adalah yang paling pintar, paling
cerdas, dan paling benar. Hal ini terbukti dari sikap tidak terima yang
ditunjukkan Cantraka Sakti ketika Santri Petugas yang notabenya lulusan SMP
menegurnya.
Untuk dapat menumbuhkan dan
membiasakan perilaku ikhlas dalam diri kita tidaklah membedakan bahwa kita
lulusan Cambridge, lulusan SMP, lulusan SD, atau orang yang tidak pernah
mengenal pendidikan sekali pun. Yang terpenting dari semua itu adalah niat dan
kesungguhan umtuk selalu berperilaku ikhlas. Tanpa adanya kesungguhan dan niat
yang lurus, maka kita tidak akan mendapatkan ridho dari Allah. Jangankan ridho
Allah, ikhlas dalam diri kita sendiri pun tidak bisa kita dapatkan.
REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis
Seperti yang telah disampaikan
Bapak Marsigit dalam artikel di atas, kita sebagai manusia biasa memiliki
kedudukan yang sama di mata Allah. Allah tidak membeda-bedakan kedudukan umat
manusia kecuali pada keikhlasan dan amalnya. Allah tidak membedakan apakah
umatnya itu berprofesi sebagai petani, guru, dosen, dokter, polisi, buruh, atau
presiden sekalipun. Semua memiliki derajat yang sama di mata Allah. Oleh karena
itu, kita sebagai umat yang beragama tidak seharusnya berlaku sombong baik kepada
sesamanya maupun kepada Allah karena menurut Allah, semua umat-Nya memiliki derajat
yang sama kecuali mereka yang ikhlas dan beramal. Untuk itu, kita harus
senantiasa membiasakan diri kita untuk berperilaku ikhlas.
REFLEKSI: Elegi Menggapai Dasar Gunung Es
Manusia diberi kelebihan oleh
Tuhan berupa akal pikiran. Dengan adanya akal pikiran manusia dapat mengetahui
tentang berbagai hal. Akal pikiran manusia digunakan untuk berpikir mengenai
segala sesuatu baik yang sudah mereka ketahui maupun yang belum mereka ketahui.
Karena kita telah diberikan akal pikiran, maka kita dapat mengkonstruksi dan
menemukan sendiri hakikat tentang suatu pengetahuan. Apabila kita menggunakan
akal pikiran kita dengan baik maka kita akan dapat menemukan dan menggapai
dasar dari puncak gunung es.
REFLEKSI: Elegi Menyesali Rumahku Yang Terlalu Besar
Rumahku Istanaku. Kalimat tersebut
merupakan suatu kalimat pepatah yang mungkin sering kita dengar. Jika kita beranggapan
bahwa rumah kita adalah istana kita, maka kita akan senantiasa merawat dan
menjaga rumah kita dengan baik. Kita tidak akan menyia-nyiakan, melupakan, dan tidak
merawat rumah tersebut. Kita juga akan selalu mengingat bagian-bagian dari
rumah tersebut karena apabila kita berada di sana kita akan selalu merasa
nyaman dan kita akan selalu ingat bagian-bagian yang mana saja dari rumah
tersebut yang mampu membuat kita nyaman.
Apabila negara kita -Indonesia- kita
analogikan sebagai rumah sekaligus istana kita, maka kita akan senantiasa membangun
negara kita agar negara kita semakin berkembang lagi. Kita akan senantiasa memahami
negara kita sendiri, bukan negara lain. Kita akan selalu ‘memandang’ dalam
artian mencintai negara,bangsa, beserta budaya kita. Kita juga akan senantiasa merawat
dan mensyukuri apa yang telah Tuhan ciptakan untuk kita.
REFLEKSI: Elegi MengungkapTempurung Pendidikan
Setelah membaca artikel Bapak di
atas, saya menyadari bahwa ada banyak tipe/karakteristik pendidikan. Dari tipe-tipe
yang Bapak paparkan, semuanya menunjukkan bahwa tipe/karakteristik pendidikan masih
tradisional dan otoriter. Apabila pendidikan dibiarkan terus seperti itu (tidak
demokratis dan inovatif), maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat
pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pendidikan yang masih
tradisional dan otoriter harus segera dialihkan kepada pendidikan yang inovatif
dan demokratis.
Rabu, 17 April 2013
REFLEKSI: Dialog Internasional 6 Pendidikan Matematika
Dalam kegiatan pembelajaran, sebaiknya
siswa tidak hanya selalu dijadikan objek saja namun siswa juga harus mampu
untuk dijadikan subjek pembelajaran. Apabila siswa selalu dijadikan objek
pembelajaran, maka siswa akan selalu bergantung dengan gurunya. Jika seperti
itu, siswa tidak akan terbiasa untuk mengkonstruksikan pengetahuan yang mereka
peroleh secara mandiri. Mereka tidak akan mampu untuk membangun pengetahuan
mereka sendiri. oleh karena itu, guru harus mampu untuk memberdayakan siswanya.
guru harus mampu mengubah status siswa dari siswa sebagai objek menjadi siswa
sebagai subjek. Jika guru telah mampu menjadikan siswanya sebagai subjek pembelajaran,
maka siswa apa yang dipelajari siswa dapat benar-benar dipahami oleh siswa
tersebut karena siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan-pengetahuan baru yang
mereka peroleh.
Dalam pembelajaran
yang berorientasi pada siswa, guru harus mampu untuk menjadi fasilitator. Guru harus
mampu untuk memenuhi kebutuhan belajar siswanya. untuk itu guru dapat
menggunakan alat dan media belajar yang inovatif, misalnya dengan menggunakan
VTR, memanfaatkan IT, menggunakan internet (melalui blog), dll. Guru juga dapat
menerapkan metode diskusi dalam kegiatan pembelajarannya agar antarsiswa dapat
saling berbagi ide, pendapat, pemikiran, pengetahuan, atau pun menemukan
kesimpulan.
REFLEKSI: Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest
Setelah melihat dan mencoba untuk
memahami peta pendidikan dunia yang Bapak dan Mr. Paul Ernest buat, saya
menjadi tertarik dengan progressive
educator dan public educator. Dalam
progressive educator disebutkan bahwa
matematika itu merupakan proses berpikir. Sedangkan pada public educator disebutkan bahwa matematika itu merupakan aktivitas
sosial. Menurut saya, tipe-tipe seperti progressive
educator dan public educator bagus jika dapat diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi lebih inovatif/tidak
tradisional.
Minggu, 14 April 2013
REFLEKSI: Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?
Orang yang menggunakan akal pikirannya
akan sulit untuk digoda oleh setan. Kedudukan manusia itu jauh lebih tinggi jika
dibanding setan. Manusia juga lebih pintar daripada setan karena manusia
memiliki akal sedangkan setan tidak. Sebagai makhluk Tuhan, apabila kita
beriman kepada Tuhan secara ikhlas maka insya allah setan akan takut kepada
kita karena kecerdasan dan do’a kita ternyata dapat mengalahkan setan. Oleh karena
itu, janganlah sekali-kali kita takut kepada setan. Sebaliknya, yang perlu kita
takuti adalah Allah yang telah menciptakan kita.
Sabtu, 13 April 2013
(REFLEKSI) REFLECTION ON THE TEACHING OF “THE MULTIPLICATION ALGORITM OF THE 3rd GRADE OF PRIMARY SCHOOL” THROUGH VTR
VTR merupakan salah satu sumber
belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan VTR dalam
kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa guru sudah mulai menerapkan dan
mengembangkan sistem pembelajaran inovatif. Namun penggunaan VTR ini tidak
selama menguntungkan. Dari banyak keuntungan yang diambil dari penggunaan VTR
dalam kegiatan pembelajaran, masih ada kekurangannnya. Kekurangan dari
penggunaan VTR ini di antaranya adalah masalah terbatasnya landscaping di dalam seluruh kelas, terbatasnya interaksi antara guru dan siswa, guru menjadi kurang
mampu untuk melayani kebutuhan siswa, dll. Oleh karena itu, apabila guru ingin
menggunakan VTR dalam kegiatan pembelajarannya, maka guru harus mampu
meminimalisir kekurangan-kekurangan yang ditimbulkan agar guru dapat melayani
siswa dengan maksimal dan agar siswa dapat terpenuhi kebutuhan belajarnya.
(REFLEKSI) Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu
Dalam bertindak, bertutur kata, berpakaian, kita harus mengenal ruang dan waktu. Orang yang tidak mengenal ruang dan waktu dapat menjadi perusak di muka bumi ini. Orang yang tidak dapat meyesuaikan diri dengan sekitarnya disebut orang yang tidak kenal ruang waktu. Orang yang tidak empan papan juga disebut dengan orang yang tidak kenal ruang dan waktu. Orang yang tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik juga disebut orang yang tidak mengenal ruang dan waktu. Seperti yang telah difirmankan Allah dalam Quran Surat Al-‘Ashr bahwasanya sungguh dalam kerugian orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan masanya (waktunya) dengan sebaik-baiknya. Melalui surat ini Allah telah memperingatkan umatnya untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar mereka tidak dalam kerugian. Oleh karena itu, kita harus mampu me-manage waktu kita agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.
Jumat, 12 April 2013
REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa
Sebagai hamba Allah SWT, kita
wajib berdo’a dan selalu ingat kepada-Nya. Kita tidak boleh sombong kepada Allah
dengan melupakan-Nya. Allah itu sangat dekat dengan kita, bahkan lebih dekat
dari urat nadi kita. Sebagai mana yang firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat
186 yang artinya: “Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran.” Oleh karena itu, agar kita
selalu berada di jalan yang benar, maka kita harus selalu mengingat dan berdo’a
kepada Allah. Apabila kita memanjatkan do’a dengan sungguh-sungguh dan penuh
kerendahan hati kepada-Nya, maka niscaya Allah akan mendengar dan
mengabulkannya.
Do’a itu banyak memberikan manfaat bagi kita yang melakukannya. Dengan berdo’a, kita menjadi dekat dengan Allah. Dengan berdo’a kepada Allah hati kita menjadi lebih tenang dan tentram. Do’a juga bisa memberika petunjuk bagi kita agar selama hidup di dunia ini kita bisa selalu berada di jalan yang benar. Oleh karena itu, janganlah kita menanggap remeh do’a karena Allah berada di dekat kita dan jika kita berdo’a dengan sungguh-sungguh kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’a kita tersebut. Amiinn
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah
Setiap muslim di dunia ini, termasuk saya pastilah
ingin bisa melihat wajah nabi Muhammad SAW. Di surga kelak, mungkin sebagian
besar muslim juga ingin bisa berkumpul dengan rasulullah. Nabi Muhammad adalah
sosok terpuji yang patut untuk diteladani, baik sikap, sifat, tutur kata,
maupun tindakannya. Setiap muslim wajib mengimani dan mempercayai Muhammad
sebagai rasul/ utusan Allah. Berkat Rasulullah, dunia ini menjadi terang. Kita sebagai
manusia yang hidup di era ini sudah tidak merasakan suramnya zaman jahiliyah
lagi. Rasulullah SAW telah memberikan syafa’at yang luar biasa kepada kita
semua sehingga sampai saat ini kita masih dapat merasakan syafa’at tersebut. Oleh
karena itu, setiap umat muslim wajib mempercayai bahwa Muhammad adalah utusan
Allah.
REFLEKSI: Hermeneutika Hidup_oleh Marsigit
Dalam hermeneutika hidup terdapat dua pokok, yaitu
teori dan praktik. Teori hermeneutika hidup tersusun atas lingkaran dan garis lurus. Jika lingkaran dan
garis lurus ini digabungkan akan menjadi spiral. Jika spiral ini dianalogikan
dalam jalan hidup kita, maka itu memang benar adanya. Hidup kita ini tidak
selalu di bawah dan juga tidak selalu di atas. ada kalanya kita berada di atas
dan ada kalanya kita berada dibawah. Teori Hermeneutika mengajarkan kita untuk
tidak berlaku sombong jika kita sedang berada di atas karena suatu saatkita
pasti akan merasakan saat-saat di mana kita berada di bawah. Oleh karena itu,
di mana pun posisi kita janganlah kita berlaku sombong karena sesungguhnya
Tuhan tidak menyukai orang yang sombong.
(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-informasi-awal.html
Ikhlas sangat diperlukan dalam menjalani hidup ini. Melakukan
segala kegiatan dan aktivitas harus dilandasi rasa ikhlas. Begitu pun dalam
menuntut ilmu. Kita harus ikhlas dalam menuntut ilmu agar kita bisa mendapatkan
barakah setelah menuntut ilmu tersebut. Semua orang pasti sudah tidak asing
lagi dengan kata ‘ikhlas’. Dalam agama mereka masing-masing pastilah sudah
pernah diajarkan tentang keikhlasan. Ikhlas tidak membedakan kasta, maksudnya
semua orang dari semua kalangan sebaiknya belajar tentang ilmu ikhlas. Oleh karena
itu, kita tidak boleh berlaku sombong dan menyepelekan ilmu ikhlas karena pada
dasarnya berlaku ikhlas itu tidak mudah. Sebagai contoh apabila kita kehilangan
orang atau barang yang benar-benar kita cintai, maka akan susah bagi kita untuk
mengikhlaskannya.
Kamis, 11 April 2013
(REFLEKSI) Artikel Populer: Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika
http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/artikel-populer-pendidikan-karakter.html
Pendidikan karakter memang sangat
diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Pendidikan karakter ini mampu membentuk
karakter anak. Apabila sejak dini anak sudah diberi pendidikan karakter, maka
kedepannya akan memiliki karakter yang baik dan kokoh. Dalam kegiatan
pembelajaran matematika, pendidikan karakter dapat diimplementasikan dengan lebih
menekankan kepada hubungan antarmanusia dan menghargai adanya perbedaan
individu, baik dari segi kemampuan atau pun pengalamannya.
Melalui artikel ini, saya banyak
belajar tentang kegiatan pembelajaran matematika kaitannya dengan pendidikan
karakter. Matematika tidak semestinya diajarkan oleh guru, namun dipelajari
oleh siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa harus aktif dan guru hanya
menjadi fasilitator dan motivator.
Maksud dari pendidikan karakter
adalah untuk membentuk dan mengokohkan karakter anak. Perlu diingat bahwa anak
memiliki karakter yang berbeda-beda. Kemampuan, watak, dan pengalaman anak yang
satu dengan yang lainnya tidak sama. Oleh karena itu, dalam kegiatan
pembelajaran di kelas dengan banyak anak dan beragam karakter, maka seorang
guru tidak bisa memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh anak tersebut. Untuk
itu, diperlukan suatu adanya metode pembelajaran yang inovatif agar anak dapat
mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan agar kebutuhan belajar anak
dapat terpenuhi.
Rabu, 03 April 2013
REFLEKSI PERKULIAHAN TANGGAL 28 MARET 2013
PERAN
KEGIATAN DISKUSI BAGI SISWA
Pada tanggal 28 Maret
2013, Bapak Marsigit memperlihatkan kepada kami (mahasiswa PGSD kelas 2F)
tentang pembelajaran matematika di Jepang pada kelas tinggi tingkat sekolah
dasar. Dari video tersebut terlihat bahwa dalam kegiatan pembelajaran tersebut
telah diterapkan metode pembelajaran inovatif. Dalam kegiatan pembelajaran,
anak dilatih untuk aktif. Hal ini dapat terlihat dengan adanya kegiatan diskusi
di kelas.
Kegiatan pembelajaran
di awali dengan pemberian apersepsi dari guru kepada siswa. Guru memberikan
sedikit pengantar tentang materi yang akan dipelajari. Pengantar tersebut
berupa penjelasan secara umum tentang materi yang akan dibahas. Setelah itu guru
kemudian memberikan LKS kepada siswanya. Siswa mengerjakan LKS tersebut secara
berkelompok. Masing-masing kelompok harus berdiskusi membahas materi yang
sedang dipelajari. Dalam video tersebut siswa sedang mempelajari bangun datar,
khususnya tentang luas bangun datar. Siswa saling bertukar pemikiran untuk
dapat menyelesaikan LKS yang diberikan oleh guru. Kegiatan diskusi ini dapat
menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, membangun/
mengonstruksi sendiri konsep-konsepnya terhadap suatu materi, dan untuk
mengembangkan kecerdasan dan olah pikir siswa terhadap konsep-konsep
matematika.
Seperti kegiatan
pembelajaran inovatif lainnya, dalam kegiatan pembelajaran di video tersebut
dalam 1 kelas juga terdapat 2 orang guru yang tergabung dalam 1 tim. Dalam
kegiatan ini, kegiatan pembelajarannya dipusatkan pada siswa (student
centered), sehingga siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Sementara siswanya
yang aktif, maka dalam metode pembelajaran inovatif ini guru lebih berperan
sebagai fasilitator, motivator, dan konselor. Sebagai fasilitator, guru
memberikan jalan pada kelancaran proses belajar secara mandiri siswanya.
Sebagai motivator, guru memiliki tugas untuk membangkitkan minat siswa untuk
belajar secara mandiri. Sedangkan sebagai konselor, guru membantu siswa
menemukan dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswanya, dengan
catatan siswa tersebut sudah tidak mampu lagi untuk memecahkan masalahnya
sendiri. Dengan demikian guru harus mampu memahami karakteristik tiap-tiap
siswanya.
Kegiatan diskusi dalam
kelas tersebut dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan siswa. Prinsip
demokrasi diterapkan dalam metode ini. Pembelajaran dilakukan oleh siswa, dari
siswa, dan untuk siswa. Siswa bebas mengekspresikan pemikiran mereka tentang materi
yang sedang dipelajari.
Setelah dilakukan
diskusi, tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan
kelas. Kapasitas diskusi pada kegiatan presentasi ini sudah klasikal karena
sudah mencakup satu kelas. Dari presentasi tersebut dapat dilihat semua hasil
diskusi masing-masing kelompok. Karena diskusi memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mengembangkan dan mengonstruksi pemikiran mereka sendiri, maka
antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya berbeda-beda hasil
pekerjaannya. Dengan begitu siswa menjadi lebih aktif dan kreatif.
Menurut saya, metode
pembelajaran inovatif melalui kegiatan diskusi ini sangat baik jika diterapkan
dalam kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat lebih
percaya diri karena terbiasa untuk mengemukakan pendapatnya di depan umum.
Kegiatan diskusi ini dapat menstimulasi kepekaan intuisi siswa sehingga ke
depannya siswa tidak akan kehilangan intuisinya.
Jika dibandingkan
dengan kegiatan pembelajaran dalam video yang diputar Bapak Marsigit pada
perkuliahan tanggal 7 Maret 2013 tentang pembelajaran matematika kelas 2 SD di
Jepang, kegiatan pembelajaran yang diputar pada pertemuan tanggal 28 Maret
kemarin memang masih perlu untuk diperbaiki. Kegiatan pembelajaran dalam video
yang diputar pada tanggal 7 Maret lalu sudah memenuhi standar inovatif. Namun
kegiatan pembelajaran dalam video yang diputar pada pertemuan kemarin guru
masih mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru masih sedikit bertindak otoriter
pada siswanya. Tapi saya pribadi sangat mengapreasi usaha yang dilakukan oleh
guru-guru di Jepang dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Saya
berharap, semoga guru-guru di Indonesia juga turut serta untuk mengembangkan
dan menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajarannya.
Langganan:
Komentar (Atom)