Selasa, 30 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh



Komponen pembentuk manusia ada 3, yaitu ruh, jasad, dan nafs. Ruh itu suci dan  tidak pernah kotor. Ruh merupakan sebagian zat Allah yang ditiupkan ke manusia saat janin berusia 4 bulan. Seperti yang difirmankan Allah dalam QS. As-Sajdah: 9, yang artinya “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Kemudian dlam QS.As-Saad: 72, Allah juga berfirman yang artinya ”Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” Ruh memberikan energi baginafs dan memberikan nyawa bagi jasad.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa



Dengan berdoa kita menunjukkan kepada Allah bahwa kita ini tidak berdaya dan lemah dihadapan Allah. Allah lebih menyukai orang yang rajin berdoa dan memohon pertolongan Allah daripada orang yang tidak pernah berdoa. Orang yang tidak pernah berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah menunjukkan bahwa orang tersebut adalah orang sombong. orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah  merasa bahwa dirinya mampu melakukan apapun sendiri tanpa bantuan/pertolongan dari Allah.
Kita bisa membebaskan diri kita dari rasa khawatir dengan pikiran kita melalui 2 cara, yaitu menggunakan pikiran kita semaksimal mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali. Dalam berdoa kia harus menghilangkan pikiran-pikiran khawatir dalam diri kita. Agar Allah mengabulkan doa kita, maka dalam berdoa harulah khusyuk. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita sewaktu kita melantunkan doa-doa. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita tidak berdaya dan menunjukkan bahwa keberhasilan yang kita capai tidak lepas dari pertolongan Allah.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah



Melalui Al-Qur’an kita mengenal 2 sifat Allah, yaitu sifat jamaliyah dan sifat jalaliyah. sifat jamaliyah Allah Melalui jalal-Nya, Allah menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah menunjukkan keindahan-nya. Allah memperkenankan dirinya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah, bukan melalui jalaliyah-Nya. Kita tidak bisa mengenali Allah dari Dzat-Nya.
Kasih sayang Allah lebih besar dari kemurkaan-Nya. Oleh sebab itu, Allah akan lebih mudah memberikan ridho-Nya dibandingkan dengan kemurkaan-Nya. Namun kita juga harus memahami akan kedua sifat Allah, baik dari sisi jamaliyah-Nya maupun dari sisi jalaliyah-Nya agar kita dapat menyeimbangkan antara kedua-Nya.

(REFLEKSI) Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT



Dalam QS Al-A’raaf: 55, Allah telah berfirman yang artinya “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Dalam berdoa kita tidak boleh menunjukkan kesombongan kita. Berdoa telah menunjukkan ketidakberdayaan kita dihadapan Allah dan kita memang memerlukan pertolongan dari Allah. Oleh karena itu, kita harus berdoa dengan khusyuk, sungguh-sungguh, dan merendah dihadapan Allah. Dengan begitu insya Allah, Allah akan mengabulkan doa-doa kita.

Minggu, 28 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian



Mencari ilmu tidak ada akhirnya. Setiap kita ingin mencari suatu ilmu, maka akan timbul ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Ilmu selalu berkembang dari waktu ke waktu. Tidak ada yang bisa memastikan kapan suatu pengetahuan akan berhenti berkembang  karena pada hakikatnya pengetahuan itu dinamis. Begitu pula dengan kepastian. Di dunia ini tidak ada yang pasti karena kepastian hanya miliki Allah semata. 

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html



Dalam artikel ini telah diuraikan bahwa ada 8 hal lagi yang dapat dilakukan agar seorang mukmin dapat menghuni surga. Kedelapan hal tambahan tersebut antara lain
1.        memperbanyak membaca Al-Quran
2.        terus-menerus berdoa
3.        berpartisipasi dalam kebaikan (memberikan bantuan)
4.        berpartisipasi dalam acara-acara keagamaan
5.        menghidupkan malam-malam yang penting
6.        membayar khumus yang diwajibkan kepadanya sehingga mensucikan hartanya
7.        menjalankan semua kewajiban dengan penuh perhatian, kerajinan, dan kecermatan
8.        tidak boleh bergunjing
Kedelapan hal di atas ditambah 22 hal yang telah disebutkan dalam artikel sebelumnya dapat dilakukan dan diamalkan agar kelak kita sebagai hamba Allah dapat menghuni tempat yang paling diidam-idamkan oleh para muslim seluruhnya, yaitu surga.

Jumat, 26 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)




Dalam artikel yang berjudul Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Satu) telah disebutkan bahwa ada 10  hal yang dapat dilakukan agar dapat kita mampu mengembangkan proyek menghuni surga ini. dalam artikel ini akan disampaikan 12 hal yang dapat dilakukan agar kelak kita bisa menghuni surga. Hal-hal tersebut adalah
1.        tidak membongkar aib orang beriman,
2.        selalu mulai dengan salam,
3.        selalu belajar dan bertanya tentang hal yang belum diketahui,
4.        melakukan amar ma’ruf nahi munkar,
5.        tidak marah kecuali karena Allah,
6.        tidak menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat,
7.        melakukan shalat malam,
8.        menjadi teladan bagi akhlak terpuji baik di rumah, di jalan, dan di pekerjaan,
9.        menghadiri majelis zikir dan majelis husainiayah,
10.    memelihara pandangan dari apa yang diharamkan Allah,
11.    memiliki kecemburuan pada agamanya dan istrinya,
12.    bagi perempuan memakai hijab secara sempurna, tidak menampakkan selmbar rambut pun dengan sengaja dan tidak berhias untuk orang lain selain suaminya.
12 hal di atas di tambah 10 hal yang telah disebutkan pada artikel yang berjudul Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Satu) dapat kita lakukan apabila kelak kita ingin menjadi penghuni surga.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html



Untuk mengembangkan proyek menghuni surga, maka hal-hal yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:
1.        memelihara waktu shalat,
2.        menghadiri shalat berjama’ah,
3.        bertasbih dengan tasbih Azzahra terutama setelah shalat,
4.        selalu membaca shalawat kepada Muhammad dan keluarganya,
5.        selalu beristighfar memohon ampunan,
6.        selalu berzikir kepada Allah,
7.        shalat-shalat sunat harian,
8.        menyambungkan silaturahmi dengan orang tua,
9.        menyesali dosa,
10.    bergaul baik antara suami istri.
Jika sepuluh hal di atas dapat kita lakukan, maka kita insyaAllah kelak kita dapat menjadi penghuni surga. Amiin.

(REFLEKSI) Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas




Allah selalu memberikan rahmat kepada makhluk ciptaan-Nya agar ciptaan-Nya tersebut dapat selalu hidup. Setiap ciptaan-Nya diberi keleluasaan untuk membentuk tesis-anti tesis, keikhlasan, dan daya pikir. Tesis dan anti tesis yang diciptakan melalui ihktiar ciptaan-ciptaan tuhan tersebut akan menentukan timbangan amal perbuatannya.
Orang yang memiliki keikhlasan hati dan mampu berpikir kritis akan dapat membangun hidup dan dunianya. Semua hal yang ada di dunia ini merupakan rahmat Allah. Pikiran yang kritis dapat tumbuh seiring adanya keikhlasan dalam hati kita. Keikhlasan hati dan pikiran yang kritis dapat kita jadikan sebagai alat dalam membangun bangsa dan negara ini karena jika dalam diri kita terdapat hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis maka kita akan lebih mudah dalam melawan kelaliman black-hole diraja dan pengikutnya.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html

Kesombongan dan ego akan menggagalkan kita dalam mencari ilmu. Dalam mencari ilmu, diperlukan keikhlasan hati dan pikiran yang kritis. Apabila ada keikhlasan dalam hati kita, maka Allah akan memberikan ridho kepada kita sehingga kita akan mendapatkan kemudahan dalam mencari ilmu ilmu tersebut. oleh karena itu, agar kita dapat memperoleh ilmu yang sesungguhnya maka kita harus menumbuhkan keikhlasan dalam hati kita dan juga pikiran yang kritis.

Rabu, 24 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri




Dunia itu persis seperti yang kita pikirkan, persis seperti yang kita rasakan, dan dunia itu merupakan cerminan dari diri kita. Apabila kita berlaku baik pada dunia, maka dunia juga akan berlaku baik pada kita. Sebaliknya apabila kita berlaku buruk pada dunia, maka dunia juga akan berlaku buruk pada kita. Apapun perlakuan yang kita berikan pada dunia, maka dunia juga akan merespon kita dengan perlakuan yang sama dengan yang telah kita berikan.
Dalam hidup di dunia, kita dilarang untuk berlaku sombong. Allah telah berfirman dalam QS.Al Israa’ ayat 37 yang artinya “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” Sesungguhnya kesombongan itu dosa pertama dan yang terbesar di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita tidak boleh berlaku sombong karena kesombongan dapat menutup dan mencegah diri kita mendapatkan ilmu dan hidayah dari Allah.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar




Cita-cita dapat diraih melalui dua hal yang bersinergis, yaitu doa dan ikhtiar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan doa saja atau pun ikhtiar saja. Orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari takdir disebut kaum fatal, sedangkan orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari ikhtiar saja disebut kaum vital.
Dalam hidup ini, kita harus menyeimbangkan antara ikhtiar dan do’a. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha atau sebaliknya kita tidak boleh hanya berusaha tanpa diiringi dengan do’a. Apabila kita telah berusaha (ikhtiar) dengan sungguh-sungguh maka kita harus menyerahkan semua keputusannya kepada Allah. Kita harus berdo’a agar Allah meridhoi apa yang kita lakukan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita melakukan suatu usaha (ikhtiar) maka kita juga harus mengimbanginya dengan do’a.

Selasa, 23 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi




Tidak seharusnya kita mencintai sesuatu atau pun seseorang melebihi cinta kita kepada Allah. Mencintai sesuatu atau seseorang harus didasarkan pada cintanya kepada Allah. Apabila kita lebih mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cintanya pada Allah, maka ia tidak memiliki iman. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu yang ada maupun yang mungkin ada. Oleh karena itu, kita harus mencintai Allah dan rasul di atas segalanya. Kita juga harus berusaha agar kita dapat menjadi kekasih Allah dan dicintai oleh Allah. Apabila ada orang yang mencintai sesuatu/seseorang melebihi mencintanya kepada Allah, maka Alah tidak akan memberikan hidayah kepadanya.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan




Artikel di atas sangat menarik untuk di baca. Setelah membaca artikel tersebut, saya memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru. Melalui artikel Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan ini, saya dapat merefleksi dan menginstrospeksi diri saya sendiri. Hal yang paling menarik bagi saya di dalam artikel ini adalah pernyataan “Barang siapa berbuat dosa sambil tertawa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa berbuat taat sambil menangis, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga dalam keadaan tertawa gembira.” Melalui artikel ini, kita diajarkan untuk tidak berperilaku sombong, munafik, dan menyepelekan sesuatu  (sekecil apapun itu). Selain itu, artikel tersebut juga mengajarkan agar saya senantiasa bersyukur sehingga saya dapat merasakan nikmat yang Allah berikan kepada saya.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai

http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html



Semua yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan Allah SWT. Allah satu-satu dzat yang mampu menciptakan alam semesta ini. Tiadalah sesuatu yang ada di langit dan bumi kecuali kuasa dan rahmat Allah. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah yang mempercayai keESAan allah maka kita wajib mengingat dan menyebut asma Allah kapan pun dan di mana pun kita berada. Selain itu, kita juga harus senantiasa beristighfar karena istighfar mampu merontokkan dosa-dosa kecil yang kita miliki.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja




Manusia diciptakan Tuhan, disertai dengan nafsu. Nafsu yang dimiliki manusia ada yang baik ada pula yang tidak baik. Nafsu yang tidak baik identik dengan sifat sombong, iri, dengki, riya’, munafik, pendusta, dll. Seseorang yang telah mampu membedakan baik-buruk sesuatu, maka orang tersebut telah memiliki nafsu yang baik.
Seseorang yang masih memiliki nafsu yang tidak baik dalam dirinya harus bermujahadah (melawan nafsu yang buruk). Apabila seseorang tersebut berhasil melakukan mujahadah sembari dengan beristighfar, maka insya allah Allah akan memberikan ridho-Nya dan kita juga akan mendapatkan kebaikan dari nafsu yang kita miliki.

Minggu, 21 April 2013

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu




Di dalam hati yang ikhlas terdapat nafsu Quwattun Rabbaniyah, yaitu nafsu dari unsur-unsur malaikat dan unsur Tuhan. Apabila kita memiliki hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis maka kita akan mampu melawan nafsu-nafsu yang buruk. Jika hati kita ikhlas, maka Allah akan meridhoi kita. Allah juga akan menghindarkan kita dari nafsu-nafsu yang buruk, baik nafsu kebinatangan atau pun nafsu binatang buas. Oleh karena itu, agar kita memiliki nafsu-nafsu dari unsur malaikat dan Tuhan (nafsu Quwattun Rabbaniyah), maka kita perlu menumbuhkan ikhlas di dalam hati kita.

Sabtu, 20 April 2013

REFLEKSI Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia




Kesempatan hanya datang satu kali dan tidak akan bisa terulangi. Orang yang bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik, maka ia adalah orang yang benar-benar memahami hakikat ruang dan waktu. Dalam meretas peradaban manusia harus menyeimbangkan antara hati dan pikiran. jangan sampai berat salah satu. oleh karena itu, jangan kita salah melangkah dalam upaya meretas peradaban ini agar kedepannya kita masa depan yang cemerlang dapat terwujud.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas




Harta bukanlah segalanya bagi kita. Apabila kita mati, harta tidaklah kita bawa. Satu-satunya amalan yang masih mengalir meskipun kita telah mati adalah amal jariyah. Ada 3 hal yang dimiliki manusia selama hidup di dunia ini, yaitu harta, keluarga, dan amal. Setelah manusia mati, 2 diantaranya akan kembali dan hanya 1 yang tetap bersamanya, yaitu amal jariyah. Harta dan keluarga tidak akan ikut bersama kita -tidak akan kita bawa mati-, tetapi amal jariyah akan tetap bersama dengan kita. Pahala dari amal jariyah yang kita miliki akan tetap mengalir walaupun kita telah mati. Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan hidup di dunia, maka kita jangan hanya sibuk mencari materi saja namun kita juga harus memperbanyak amalan kita, terutama amal jariyah kita.
Kenyataannya, terkadang ada orang yang ‘eman-eman’ menyedekahkan hartanya. Tapi tidak sedikit pula orang yang gemar bersedekah. Agar kita tidak merasa ‘eman-eman’ untuk menyedekahkan sebagian harta yang kita miliki, maka kita perlu menumbuhkan ikhlas dalam diri kita terlebih dahulu. Apabila kita sudah ikhlas maka kita tidak akan merasa ‘eman-eman’ karena apa yang kita lakukan tersebut adalah demi memperoleh ridho Allah. 

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Tidak ada seorang pun yang belum pernah melakukan kesalahan. Apabila melakukan kesalahan kepada Allah, maka kita harus segera memohon ampunan kepada-Nya. Kita harus benar-benar -bertaubat- menyesali apa yang telah kita perbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Taubat yang seperti itu dikenal dengan istilah taubat nasuha. Taubat nasuha merupakan taubat yang benar-benar murni. Apabila seorang mukmin melakukan taubat ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh berarti dia telah memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan-kesalahan yang ia perbuat dan Insya Allah, Allah juga akan memberikan pengampunan.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir





Dalam QS.Al-Baqarah ayat 152, Allah berfirman “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada umatnya untuk selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berdzikir. Dengan berdzikir maka kita akan selalu mengingat Allah. Dengan berdzikir kita menjadi lebih dekat dengan Allah.
Apabila kita selalu bersyukur kepada Allah, maka sulit bagi syaitan untuk merasuki diri kita. Dengan bersyukur maka kita tidak akan merasa susah malah kita akan dapat merasakan nikmat yang Allah berikan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdzikir mengingat Allah dan bersyukur kepada Allah agar kita tidak menjadi kufur nikmat.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas



Kegiatan ritual ikhlas merupakan kegiatan olah hati. Dalam kegiatan ini, hati kita akan diolah dan biasakan agar selalu ikhlas. Apapun yang kita lakukan dan kita perbuat haruslah dengan ridho Allah. Setiap apa yang kita lakukan kita hanya boleh mengharapkan ridho dari Allah. Jika Allah telah memberikan ridho kepada kita, maka apa yang kita lakukan akan terasa lebih mudah dan lebih ringan.

Berbicara mengenai rezeki, maka rezeki kita masing-masing telah diatur oleh Allah. Sehat atau pun sakit itu datangnya dari Allah. Maka dari itu, allah pulalah yang mampu membuat kita sehat atau menjadikan kita sakit. Jika ingin sehat selalu atau ingin sembuh dari sakit, maka memohonlah -memintalah- kepada Allah karena Allah lah satu-satunya tempatmu meminta. Oleh karena itu, kita harus senantiasa ingat kepada Allah agar kita selalu dekat dengan-Nya.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan teknis




Seperti yang telah Bapak sampaikan dalam artikel “Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis” di atas bahwasanya Allah tidak membeda-bedakan umatnya, baik dari pangkat, derajat, harta, atau bahkan kekuasaannya. Semua umat-Nya sama dihadapan Allah. Oleh karena itu, sekali saja kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh merasa bahwa kita adalah segalanya karena Allah sangat tidak menyukai umatnya yang berlaku riya’. Kita harus selalu membiasakan diri kita untuk berperilaku ikhlas agar Allah juga memberikan selalu ridho kepada kita.

REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas



Tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. karenanya, kita dilarang untuk menyembah kepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Dalam beribadah kita hanya boleh mengharapkan ridho dari Allah, bukan yang lainnya. Untuk dapat menggapai keikhlasan, maka kita perlu memiliki niat yang lurus. dalam melakukan apapun berniatlah yang lurus, tujuan semua yang kita lakukan hanya kepada Allah.

Saat kita ingin melakukan kebaikan maka pastilah akan ada banyak godaan. begitu pula dengan ikhlas. Salah satu penghalang terbesar ikhlas adalah riya’. Perilaku riya’ mencerminkan bahwa perilaku tersebut belum didasari keikhlasan. apabila kita melakukan sesuatu tidak didasari rasa ikhlas maka kita juga tidak akan memperoleh ridho dari Allah. Oleh karena itu, kita harus senantiasa membiasakan diri kita untuk berperilaku ikhlas dan tidak sombong.

Kamis, 18 April 2013

(REFLEKSI): Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya




Sebenarnya tujuan dari ritual ikhlas adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Apapun yang kita lakukan jika tidak mendapatkan ridho Allah maka semua itu tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang akan kita lakukan harus kita dasari dengan niat yang ikhlas, tulus, dan niat yang benar-benar bersih. Dalam melakukan segala sesuatu kita tidak boleh mengharapkan apapun dari selain Allah. Satu-satunya yang patut kita harapkan adalah ridho Allah. Oleh karena itu, kita pastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah perbuatan yang baik sehingga Allah akan meridhoi kita.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas Oleh Marsigit




Dari artikel di atas, ditunjukkan bahwa tokoh Cantraka Sakti memiliki perilaku sombong, yaitu dengan memamerkan dirinya bahwa ia adalah lulusan Cambridge University. Tokoh Cantraka Sakti juga sangat angkuh dengan merasa bahwa dirinya adalah yang paling pintar, paling cerdas, dan paling benar. Hal ini terbukti dari sikap tidak terima yang ditunjukkan Cantraka Sakti ketika Santri Petugas yang notabenya lulusan SMP menegurnya.

Untuk dapat menumbuhkan dan membiasakan perilaku ikhlas dalam diri kita tidaklah membedakan bahwa kita lulusan Cambridge, lulusan SMP, lulusan SD, atau orang yang tidak pernah mengenal pendidikan sekali pun. Yang terpenting dari semua itu adalah niat dan kesungguhan umtuk selalu berperilaku ikhlas. Tanpa adanya kesungguhan dan niat yang lurus, maka kita tidak akan mendapatkan ridho dari Allah. Jangankan ridho Allah, ikhlas dalam diri kita sendiri pun tidak bisa kita dapatkan.

REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis



Seperti yang telah disampaikan Bapak Marsigit dalam artikel di atas, kita sebagai manusia biasa memiliki kedudukan yang sama di mata Allah. Allah tidak membeda-bedakan kedudukan umat manusia kecuali pada keikhlasan dan amalnya. Allah tidak membedakan apakah umatnya itu berprofesi sebagai petani, guru, dosen, dokter, polisi, buruh, atau presiden sekalipun. Semua memiliki derajat yang sama di mata Allah. Oleh karena itu, kita sebagai umat yang beragama tidak seharusnya berlaku sombong baik kepada sesamanya maupun kepada Allah karena menurut Allah, semua umat-Nya memiliki derajat yang sama kecuali mereka yang ikhlas dan beramal. Untuk itu, kita harus senantiasa membiasakan diri kita untuk berperilaku ikhlas.

REFLEKSI: Elegi Menggapai Dasar Gunung Es


Manusia diberi kelebihan oleh Tuhan berupa akal pikiran. Dengan adanya akal pikiran manusia dapat mengetahui tentang berbagai hal. Akal pikiran manusia digunakan untuk berpikir mengenai segala sesuatu baik yang sudah mereka ketahui maupun yang belum mereka ketahui. Karena kita telah diberikan akal pikiran, maka kita dapat mengkonstruksi dan menemukan sendiri hakikat tentang suatu pengetahuan. Apabila kita menggunakan akal pikiran kita dengan baik maka kita akan dapat menemukan dan menggapai dasar dari puncak gunung es.

REFLEKSI: Elegi Menyesali Rumahku Yang Terlalu Besar


Rumahku Istanaku. Kalimat tersebut merupakan suatu kalimat pepatah yang mungkin sering kita dengar. Jika kita beranggapan bahwa rumah kita adalah istana kita, maka kita akan senantiasa merawat dan menjaga rumah kita dengan baik. Kita tidak akan menyia-nyiakan, melupakan, dan tidak merawat rumah tersebut. Kita juga akan selalu mengingat bagian-bagian dari rumah tersebut karena apabila kita berada di sana kita akan selalu merasa nyaman dan kita akan selalu ingat bagian-bagian yang mana saja dari rumah tersebut yang mampu membuat kita nyaman.

Apabila negara kita -Indonesia- kita analogikan sebagai rumah sekaligus istana kita, maka kita akan senantiasa membangun negara kita agar negara kita semakin berkembang lagi. Kita akan senantiasa memahami negara kita sendiri, bukan negara lain. Kita akan selalu ‘memandang’ dalam artian mencintai negara,bangsa, beserta budaya kita. Kita juga akan senantiasa merawat dan mensyukuri apa yang telah Tuhan ciptakan untuk kita.

 

REFLEKSI: Elegi MengungkapTempurung Pendidikan



Setelah membaca artikel Bapak di atas, saya menyadari bahwa ada banyak tipe/karakteristik pendidikan. Dari tipe-tipe yang Bapak paparkan, semuanya menunjukkan bahwa tipe/karakteristik pendidikan masih tradisional dan otoriter. Apabila pendidikan dibiarkan terus seperti itu (tidak demokratis dan inovatif), maka akan sulit bagi kita untuk mengungkapkan hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pendidikan yang masih tradisional dan otoriter harus segera dialihkan kepada pendidikan yang inovatif dan demokratis.

Rabu, 17 April 2013

REFLEKSI: Dialog Internasional 6 Pendidikan Matematika




Dalam kegiatan pembelajaran, sebaiknya siswa tidak hanya selalu dijadikan objek saja namun siswa juga harus mampu untuk dijadikan subjek pembelajaran. Apabila siswa selalu dijadikan objek pembelajaran, maka siswa akan selalu bergantung dengan gurunya. Jika seperti itu, siswa tidak akan terbiasa untuk mengkonstruksikan pengetahuan yang mereka peroleh secara mandiri. Mereka tidak akan mampu untuk membangun pengetahuan mereka sendiri. oleh karena itu, guru harus mampu untuk memberdayakan siswanya. guru harus mampu mengubah status siswa dari siswa sebagai objek menjadi siswa sebagai subjek. Jika guru telah mampu menjadikan siswanya sebagai subjek pembelajaran, maka siswa apa yang dipelajari siswa dapat benar-benar dipahami oleh siswa tersebut karena siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan-pengetahuan baru yang mereka peroleh.

      Dalam pembelajaran yang berorientasi pada siswa, guru harus mampu untuk menjadi fasilitator. Guru harus mampu untuk memenuhi kebutuhan belajar siswanya. untuk itu guru dapat menggunakan alat dan media belajar yang inovatif, misalnya dengan menggunakan VTR, memanfaatkan IT, menggunakan internet (melalui blog), dll. Guru juga dapat menerapkan metode diskusi dalam kegiatan pembelajarannya agar antarsiswa dapat saling berbagi ide, pendapat, pemikiran, pengetahuan, atau pun menemukan kesimpulan. 

REFLEKSI: Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Setelah melihat dan mencoba untuk memahami peta pendidikan dunia yang Bapak dan Mr. Paul Ernest buat, saya menjadi tertarik dengan progressive educator dan public educator. Dalam progressive educator disebutkan bahwa matematika itu merupakan proses berpikir. Sedangkan pada public educator disebutkan bahwa matematika itu merupakan aktivitas sosial. Menurut saya, tipe-tipe seperti progressive educator dan public educator  bagus jika dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi lebih inovatif/tidak tradisional.

Minggu, 14 April 2013

REFLEKSI: Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?


Orang yang menggunakan akal pikirannya akan sulit untuk digoda oleh setan. Kedudukan manusia itu jauh lebih tinggi jika dibanding setan. Manusia juga lebih pintar daripada setan karena manusia memiliki akal sedangkan setan tidak. Sebagai makhluk Tuhan, apabila kita beriman kepada Tuhan secara ikhlas maka insya allah setan akan takut kepada kita karena kecerdasan dan do’a kita ternyata dapat mengalahkan setan. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kita takut kepada setan. Sebaliknya, yang perlu kita takuti adalah Allah yang telah menciptakan kita.

Sabtu, 13 April 2013

(REFLEKSI) REFLECTION ON THE TEACHING OF “THE MULTIPLICATION ALGORITM OF THE 3rd GRADE OF PRIMARY SCHOOL” THROUGH VTR



VTR merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan VTR dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa guru sudah mulai menerapkan dan mengembangkan sistem pembelajaran inovatif. Namun penggunaan VTR ini tidak selama menguntungkan. Dari banyak keuntungan yang diambil dari penggunaan VTR dalam kegiatan pembelajaran, masih ada kekurangannnya. Kekurangan dari penggunaan VTR ini di antaranya adalah masalah terbatasnya landscaping di dalam seluruh kelas, terbatasnya interaksi antara guru dan siswa, guru menjadi kurang mampu untuk melayani kebutuhan siswa, dll. Oleh karena itu, apabila guru ingin menggunakan VTR dalam kegiatan pembelajarannya, maka guru harus mampu meminimalisir kekurangan-kekurangan yang ditimbulkan agar guru dapat melayani siswa dengan maksimal dan agar siswa dapat terpenuhi kebutuhan belajarnya.

(REFLEKSI) Elegi Seorang Hamba Menggapai Ruang dan Waktu



Dalam bertindak, bertutur kata, berpakaian, kita harus mengenal ruang dan waktu. Orang yang tidak mengenal ruang dan waktu dapat menjadi perusak di muka bumi ini. Orang yang tidak dapat meyesuaikan diri dengan sekitarnya disebut orang yang tidak kenal ruang waktu. Orang yang tidak empan papan juga disebut dengan orang yang tidak kenal ruang dan waktu. Orang yang tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik juga disebut orang yang tidak mengenal ruang dan waktu. Seperti yang telah difirmankan Allah dalam Quran Surat Al-‘Ashr bahwasanya sungguh dalam kerugian orang-orang yang tidak bisa memanfaatkan masanya (waktunya) dengan sebaik-baiknya. Melalui surat ini Allah telah memperingatkan umatnya untuk dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar mereka tidak dalam kerugian. Oleh karena itu, kita harus mampu me-manage waktu kita agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi.

Jumat, 12 April 2013

REFLEKSI: Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa



Sebagai hamba Allah SWT, kita wajib berdo’a dan selalu ingat kepada-Nya. Kita tidak boleh sombong kepada Allah dengan melupakan-Nya. Allah itu sangat dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Sebagai mana yang firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 186 yang artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Oleh karena itu, agar kita selalu berada di jalan yang benar, maka kita harus selalu mengingat dan berdo’a kepada Allah. Apabila kita memanjatkan do’a dengan sungguh-sungguh dan penuh kerendahan hati kepada-Nya, maka niscaya Allah akan mendengar dan mengabulkannya.

Do’a itu banyak memberikan manfaat bagi kita yang melakukannya. Dengan berdo’a, kita menjadi dekat dengan Allah. Dengan berdo’a kepada Allah hati kita menjadi lebih tenang dan tentram. Do’a juga bisa memberika petunjuk bagi kita agar selama hidup di dunia ini kita bisa selalu berada di jalan yang benar. Oleh karena itu, janganlah kita menanggap remeh do’a karena Allah berada di dekat kita dan jika kita berdo’a dengan sungguh-sungguh kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan do’a kita tersebut. Amiinn

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah


Setiap muslim di dunia ini, termasuk saya pastilah ingin bisa melihat wajah nabi Muhammad SAW. Di surga kelak, mungkin sebagian besar muslim juga ingin bisa berkumpul dengan rasulullah. Nabi Muhammad adalah sosok terpuji yang patut untuk diteladani, baik sikap, sifat, tutur kata, maupun tindakannya. Setiap muslim wajib mengimani dan mempercayai Muhammad sebagai rasul/ utusan Allah. Berkat Rasulullah, dunia ini menjadi terang. Kita sebagai manusia yang hidup di era ini sudah tidak merasakan suramnya zaman jahiliyah lagi. Rasulullah SAW telah memberikan syafa’at yang luar biasa kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih dapat merasakan syafa’at tersebut. Oleh karena itu, setiap umat muslim wajib mempercayai bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

REFLEKSI: Hermeneutika Hidup_oleh Marsigit


Dalam hermeneutika hidup terdapat dua pokok, yaitu teori dan praktik. Teori hermeneutika hidup tersusun atas  lingkaran dan garis lurus. Jika lingkaran dan garis lurus ini digabungkan akan menjadi spiral. Jika spiral ini dianalogikan dalam jalan hidup kita, maka itu memang benar adanya. Hidup kita ini tidak selalu di bawah dan juga tidak selalu di atas. ada kalanya kita berada di atas dan ada kalanya kita berada dibawah. Teori Hermeneutika mengajarkan kita untuk tidak berlaku sombong jika kita sedang berada di atas karena suatu saatkita pasti akan merasakan saat-saat di mana kita berada di bawah. Oleh karena itu, di mana pun posisi kita janganlah kita berlaku sombong karena sesungguhnya Tuhan tidak menyukai orang yang sombong.

(REFLEKSI) Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-ritual-ikhlas-i-informasi-awal.html

Ikhlas sangat diperlukan dalam menjalani hidup ini. Melakukan segala kegiatan dan aktivitas harus dilandasi rasa ikhlas. Begitu pun dalam menuntut ilmu. Kita harus ikhlas dalam menuntut ilmu agar kita bisa mendapatkan barakah setelah menuntut ilmu tersebut. Semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan kata ‘ikhlas’. Dalam agama mereka masing-masing pastilah sudah pernah diajarkan tentang keikhlasan. Ikhlas tidak membedakan kasta, maksudnya semua orang dari semua kalangan sebaiknya belajar tentang ilmu ikhlas. Oleh karena itu, kita tidak boleh berlaku sombong dan menyepelekan ilmu ikhlas karena pada dasarnya berlaku ikhlas itu tidak mudah. Sebagai contoh apabila kita kehilangan orang atau barang yang benar-benar kita cintai, maka akan susah bagi kita untuk mengikhlaskannya.

Kamis, 11 April 2013

(REFLEKSI) Artikel Populer: Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika


http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/artikel-populer-pendidikan-karakter.html


Pendidikan karakter memang sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Pendidikan karakter ini mampu membentuk karakter anak. Apabila sejak dini anak sudah diberi pendidikan karakter, maka kedepannya akan memiliki karakter yang baik dan kokoh. Dalam kegiatan pembelajaran matematika, pendidikan karakter dapat diimplementasikan dengan lebih menekankan kepada hubungan antarmanusia dan menghargai adanya perbedaan individu, baik dari segi kemampuan atau pun pengalamannya.

Melalui artikel ini, saya banyak belajar tentang kegiatan pembelajaran matematika kaitannya dengan pendidikan karakter. Matematika tidak semestinya diajarkan oleh guru, namun dipelajari oleh siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa harus aktif dan guru hanya menjadi fasilitator dan motivator.

Maksud dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk dan mengokohkan karakter anak. Perlu diingat bahwa anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Kemampuan, watak, dan pengalaman anak yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Oleh karena itu, dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan banyak anak dan beragam karakter, maka seorang guru tidak bisa memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh anak tersebut. Untuk itu, diperlukan suatu adanya metode pembelajaran yang inovatif agar anak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan agar kebutuhan belajar anak dapat terpenuhi.

Rabu, 03 April 2013

REFLEKSI PERKULIAHAN TANGGAL 28 MARET 2013


PERAN KEGIATAN DISKUSI BAGI SISWA

Pada tanggal 28 Maret 2013, Bapak Marsigit memperlihatkan kepada kami (mahasiswa PGSD kelas 2F) tentang pembelajaran matematika di Jepang pada kelas tinggi tingkat sekolah dasar. Dari video tersebut terlihat bahwa dalam kegiatan pembelajaran tersebut telah diterapkan metode pembelajaran inovatif. Dalam kegiatan pembelajaran, anak dilatih untuk aktif. Hal ini dapat terlihat dengan adanya kegiatan diskusi di kelas.
Kegiatan pembelajaran di awali dengan pemberian apersepsi dari guru kepada siswa. Guru memberikan sedikit pengantar tentang materi yang akan dipelajari. Pengantar tersebut berupa penjelasan secara umum tentang materi yang akan dibahas. Setelah itu guru kemudian memberikan LKS kepada siswanya. Siswa mengerjakan LKS tersebut secara berkelompok. Masing-masing kelompok harus berdiskusi membahas materi yang sedang dipelajari. Dalam video tersebut siswa sedang mempelajari bangun datar, khususnya tentang luas bangun datar. Siswa saling bertukar pemikiran untuk dapat menyelesaikan LKS yang diberikan oleh guru. Kegiatan diskusi ini dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, membangun/ mengonstruksi sendiri konsep-konsepnya terhadap suatu materi, dan untuk mengembangkan kecerdasan dan olah pikir siswa terhadap konsep-konsep matematika.
Seperti kegiatan pembelajaran inovatif lainnya, dalam kegiatan pembelajaran di video tersebut dalam 1 kelas juga terdapat 2 orang guru yang tergabung dalam 1 tim. Dalam kegiatan ini, kegiatan pembelajarannya dipusatkan pada siswa (student centered), sehingga siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Sementara siswanya yang aktif, maka dalam metode pembelajaran inovatif ini guru lebih berperan sebagai fasilitator, motivator, dan konselor. Sebagai fasilitator, guru memberikan jalan pada kelancaran proses belajar secara mandiri siswanya. Sebagai motivator, guru memiliki tugas untuk membangkitkan minat siswa untuk belajar secara mandiri. Sedangkan sebagai konselor, guru membantu siswa menemukan dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswanya, dengan catatan siswa tersebut sudah tidak mampu lagi untuk memecahkan masalahnya sendiri. Dengan demikian guru harus mampu memahami karakteristik tiap-tiap siswanya.
Kegiatan diskusi dalam kelas tersebut dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan siswa. Prinsip demokrasi diterapkan dalam metode ini. Pembelajaran dilakukan oleh siswa, dari siswa, dan untuk siswa. Siswa bebas mengekspresikan pemikiran mereka tentang materi yang sedang dipelajari.
Setelah dilakukan diskusi, tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Kapasitas diskusi pada kegiatan presentasi ini sudah klasikal karena sudah mencakup satu kelas. Dari presentasi tersebut dapat dilihat semua hasil diskusi masing-masing kelompok. Karena diskusi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengonstruksi pemikiran mereka sendiri, maka antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya berbeda-beda hasil pekerjaannya. Dengan begitu siswa menjadi lebih aktif dan kreatif.
Menurut saya, metode pembelajaran inovatif melalui kegiatan diskusi ini sangat baik jika diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat lebih percaya diri karena terbiasa untuk mengemukakan pendapatnya di depan umum. Kegiatan diskusi ini dapat menstimulasi kepekaan intuisi siswa sehingga ke depannya siswa tidak akan kehilangan intuisinya.
Jika dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran dalam video yang diputar Bapak Marsigit pada perkuliahan tanggal 7 Maret 2013 tentang pembelajaran matematika kelas 2 SD di Jepang, kegiatan pembelajaran yang diputar pada pertemuan tanggal 28 Maret kemarin memang masih perlu untuk diperbaiki. Kegiatan pembelajaran dalam video yang diputar pada tanggal 7 Maret lalu sudah memenuhi standar inovatif. Namun kegiatan pembelajaran dalam video yang diputar pada pertemuan kemarin guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru masih sedikit bertindak otoriter pada siswanya. Tapi saya pribadi sangat mengapreasi usaha yang dilakukan oleh guru-guru di Jepang dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Saya berharap, semoga guru-guru di Indonesia juga turut serta untuk mengembangkan dan menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajarannya.