Sabtu, 08 Juni 2013

REFLEKSI: Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian Keenam)


Unsur dasar pembentuk sistem matematika itu sifatnya memberikan makna. Melalui unsur  dasar tersebut dapat digunakan untuk membuktikan apakah matematika itu kontradiktif atau tidak. Secara filosofis, unsur dasar pembentuk sistem matematika merupakan hubungan dari dua atau lebih unsur singular (unsur yang tidak memiliki makna). Secara bahasa, unsur dasar pembentuk sistem matematika adalah hubungan atara subyek dan predikat. Contoh unsur dasar : X=0, di sini X sebagai subyek dan 0 sebagai predikat, sedangkan tanda = dapat dibaca adalah. Jadi secara bahasa, X=0 dapat dibaca X adalah 0. Secara bahasa, adalah merupakan penghubung antara subyek dan predikat. Dalam sistem matematika, adalah merupakan pembentuk definisi. Sedangkan secara filsafat, adalah merupakan penghubung unsur-unsur dasar pembentuk prinsip dunia.
Dalam dunia seutuhnya hanya ada 2 prinsip, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Dalam artikel di atas telah disebutkan mengenai hukum identitas yang berbunyi “SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI" dan secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Sebelumnya telah dicontohkan mengenai X=0 padahal jika menurut hukum identitas, X=X (bukan X=0). Dari situ dapat ditemukan hukum kontradiksinya, karena pada dasarnya semua yang tidak sesuai dengan hukum identitas adalah hukum kontradiksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar