Kamis, 02 Mei 2013

~REFLEKSI~ Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1




Seorang yang ikhlas dalam berdoa hanya akan memohon dan meminta kepada Allah semata. Mereka tidak akan terpengaruh oleh bisikan-bisikan syaitan dan mereka juga tidak akan menyekutukan Allah. Allah telah berfirman dalam QS Al An’aam: 71, yang artinya [Katakanlah: ‘Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): ‘Marilah ikuti kami.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam’]. Dari potongan ayat tersebut menunjukkan bahwa perbuatan syirik atau pun menyekutukan Allah tidak akan memberikan manfaat kepada kita. Allah juga telah berfirman dalam QS Al-Mu’min: 40 yang artinya, “Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” Melalui ayat tersebut kita diperintahkan untuk menyembah hanya kepada Allah karena hanya Allah-lah yang berhak disembah dan hanya Allah-lah yang dapat hidup kekal. Jadi janganlah sekali-kali kita berniat atau pun melakukan perbuatan menyekutukan Allah tidak ada yang kekal, kecuali Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar