Selasa, 05 Maret 2013

Refleksi: The Nature of Mathematics and School Mathematics


Metode konvensional atau metode tradisional masih banyak diterapkan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran. Jika metode ini masih tetap dipertahankan maka siswa akan menjadi pasif dan kurang kreatif karena dalam metode tersebut siswa hanya dijadikan objek saja. Oleh karena itu, agar siswa tidak lagi menjadi objek pembelajaran maka guru harus mengubah paradigma mereka. Guru harus mampu berhijrah dari metode tradisional ke dalam metode inovatif. Dengan begitu, anak dapat lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam belajar. Salah satu alternatif untuk mewujudkan pembelajaran matematika yang inovatif adalah melalui hakikat matematika sekolah.

Hakikat matematika sekolah seperti yang telah dikemukakan oleh Ebbutt and Straker terdiri dari kegiatan penulusuran pola/ hubungan, kegiatan kreativitas (termasuk imajinasi, intuisi, dan penemuan), kegiatan pemecahan masalah (problem solving), dan komunikasi. Melalui keempat kegiatan tersebut diharapkan pembelajaran matematika dapat lebih menyenangkan bagi siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar