Refleksi: The Nature of Mathematics and School Mathematics
Metode
konvensional atau metode tradisional masih banyak diterapkan oleh para guru
dalam kegiatan pembelajaran. Jika metode ini masih tetap dipertahankan maka siswa
akan menjadi pasif dan kurang kreatif karena dalam metode tersebut siswa hanya
dijadikan objek saja. Oleh karena itu, agar siswa tidak lagi menjadi objek
pembelajaran maka guru harus mengubah paradigma mereka. Guru harus mampu
berhijrah dari metode tradisional ke dalam metode inovatif. Dengan begitu, anak
dapat lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam belajar. Salah satu alternatif
untuk mewujudkan pembelajaran matematika yang inovatif adalah melalui hakikat
matematika sekolah.
Hakikat
matematika sekolah seperti yang telah dikemukakan oleh Ebbutt and Straker
terdiri dari kegiatan penulusuran pola/ hubungan, kegiatan kreativitas
(termasuk imajinasi, intuisi, dan penemuan), kegiatan pemecahan masalah (problem solving), dan komunikasi.
Melalui keempat kegiatan tersebut diharapkan pembelajaran matematika dapat
lebih menyenangkan bagi siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar