Berdasarkan artikel di atas dapat diketahui bahwa model pembelajaran
kooperatif Mahasiswa belajar jenis Berpikir Divisi Prestasi (STAD) dapat
digunakan untuk mengetahui kompetensi siswa dalam pemecahan masalah
matematika. Menurut Polya (dalam Herman Suherman, 2003), terdapat 4
langkah pemecahan masalah matematika, yaitu: memahami masalah
matematika, merencanakan solusi, memecahkan masalah sesuai dengan
perencanaan, dan memeriksa hasil.
Berdasarkan hasil penelitian
tersebut, penggunaan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan
kompetensi siswa dalam mengidentifikasi masalah, membuat perencanaan
untuk memecahkan masalah, memecahkan masalah yang direncanakan, dan
memeriksa hasil. Oleh karena itu, agar pembelajaran matematika menjadi
lebih fleksibel dan inovatif maka metode pembelajaran STAD dapat
diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Dengan begitu maka siswa menjadi
terbiasa, lebih aktif dan mandiri dalam menyelesaikan
permasalahan-permasalahan metematika oleh mereka sendiri. Selain itu,
dengan diterapkannya metode pembelajaran STAD maka kegiatan pembelajaran
akan jauh dari kesan tradisional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar