Minggu, 17 Februari 2013

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html?showComment=1361171259978#c1051249931174292944

Dari artikel tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa tugas utama seorang guru sebagai pendidik profesional adalah memberikan pelayanan kepada siswa. Dalam melayani siswa, guru harus mampu membuat dan mengembangkan sendiri LKS-nya. LKS tersebut tidak hanya memuat soal-soal saja melainkan juga harus memuat ilmu pengetahuan-pengetahuan yang dapat dipelajari oleh siswa. Guru yang baik tidak hanya sekedar mengajar siswa tetapi juga harus mampu memberdayakan siswa agar siswa dapat lebih berkembang.
Saat ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional dalam proses pembelajarannya. Metode pembelajaran tradisional seolah-olah sudah menjadi suatu budaya dan kebiasaan dalam proses pembelajaran di negara kita dan sulit untuk ditinggalkan. Pada dasarnya, metode tersebut belum mampu untuk dijadikan sarana dalam memberdayakan siswa karena dalam metode tradisional tersebut, siswa hanya diposisikan sebagai obyek, bukan subyek. Dalam metode ini yang aktif adalah guru sedangkan siswa cenderung hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Hal ini mengakibatkan pengetahuan siswa kurang luas karena pengetahuan yang mereka miliki hanya sebatas pengetahuan yang dimiliki dan disampaikan oleh guru mereka.
Dalam memberdayakan siswa dengan jumlah yang banyak, dengan karakteristik yang berbeda-beda antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya, maka guru harus mampu menerapkan suatu metode  pembelajaran yang inovatif. Guru juga harus mampu bersikap demokratis dan tidak otoriter. Dalam proses pembelajarannya harus ada komunikasi dua arah baik dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, atau dari siswa ke siswa. Maka dari itu, sekali waktu dalam proses pembelajaran perlu diadakan diskusi atau kerja kelompok agar siswa dapat membangun konsep dan pengertian mereka sendiri terhadap suatu pengetahuan yang baru mereka dapatkan. Dengan diterapkannya metode pembelajaran inovatif tersebut, maka siswa akan merasa senang dan tidak akan terbebani dalam belajar matematika. Siswa dengan sendirinya juga akan menyadari bahwa belajar matematika bukanlah suatu keterpaksaan melainkan kebutuhan mereka sendiri. Oleh karena itu, agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien, maka diperlukan adanya perubahan metode pembelajaran dari metode pembelajaran tradisional ke metode pembelajaran inovatif.
Lalu bagaimana cara mengubah metode pembelajaran tradisional (yang telah menjadi kebiasaan) ke dalam metode pembelajaran inovatif? Hal mendasar apa yang perlu diubah agar metode pembelajaran tradisional dapat beralih ke metode pembelajaran inovatif ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar