http://powermathematics.blogspot.com/2010/08/elegi-permintaan-si-murid-cerdas-kepada.html?showComment=1361171259978#c1051249931174292944
Dari artikel tersebut saya dapat
menyimpulkan bahwa tugas utama seorang guru sebagai pendidik profesional adalah
memberikan pelayanan kepada siswa. Dalam melayani siswa, guru harus mampu
membuat dan mengembangkan sendiri LKS-nya. LKS tersebut tidak hanya memuat soal-soal
saja melainkan juga harus memuat ilmu pengetahuan-pengetahuan yang dapat dipelajari
oleh siswa. Guru yang baik tidak hanya sekedar mengajar siswa tetapi juga harus
mampu memberdayakan siswa agar siswa dapat lebih berkembang.
Saat ini masih banyak guru yang
menggunakan metode pembelajaran tradisional dalam proses pembelajarannya. Metode
pembelajaran tradisional seolah-olah sudah menjadi suatu budaya dan kebiasaan
dalam proses pembelajaran di negara kita dan sulit untuk ditinggalkan. Pada dasarnya,
metode tersebut belum mampu untuk dijadikan sarana dalam memberdayakan siswa
karena dalam metode tradisional tersebut, siswa hanya diposisikan sebagai obyek,
bukan subyek. Dalam metode ini yang aktif adalah guru sedangkan siswa cenderung
hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Hal ini mengakibatkan pengetahuan
siswa kurang luas karena pengetahuan yang mereka miliki hanya sebatas
pengetahuan yang dimiliki dan disampaikan oleh guru mereka.
Dalam memberdayakan siswa dengan
jumlah yang banyak, dengan karakteristik yang berbeda-beda antara siswa yang
satu dengan siswa yang lainnya, maka guru harus mampu menerapkan suatu metode pembelajaran yang inovatif. Guru juga harus
mampu bersikap demokratis dan tidak otoriter. Dalam proses pembelajarannya
harus ada komunikasi dua arah baik dari guru ke siswa, dari siswa ke guru, atau
dari siswa ke siswa. Maka dari itu, sekali waktu dalam proses pembelajaran
perlu diadakan diskusi atau kerja kelompok agar siswa dapat membangun konsep
dan pengertian mereka sendiri terhadap suatu pengetahuan yang baru mereka
dapatkan. Dengan diterapkannya metode pembelajaran inovatif tersebut, maka
siswa akan merasa senang dan tidak akan terbebani dalam belajar matematika. Siswa
dengan sendirinya juga akan menyadari bahwa belajar matematika bukanlah suatu
keterpaksaan melainkan kebutuhan mereka sendiri. Oleh karena itu, agar proses pembelajaran
dapat berjalan efektif dan efisien, maka diperlukan adanya perubahan metode
pembelajaran dari metode pembelajaran tradisional ke metode pembelajaran
inovatif.
Lalu bagaimana cara mengubah
metode pembelajaran tradisional (yang telah menjadi kebiasaan) ke dalam metode
pembelajaran inovatif? Hal mendasar apa yang perlu diubah agar metode pembelajaran
tradisional dapat beralih ke metode pembelajaran inovatif ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar