Sabtu, 23 Februari 2013

Refleksi Pembelajaran Matematika Pertemuan Pertama ( Kamis, 14 Februari 2013) bersama Bapak Marsigit


Negara kita sudah merdeka hampir selama 68 tahun. Tetapi hal tersebut tidak serta-merta  membuat kita terbebas dari belenggu negara penjajah. Kebiasaan dan budaya negara penjajah masih kental di negara kita ini. Hal dapat dilihat salah satunya dari bidang pendidikan. Saat ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional dalam proses pembelajarannya. Di era globalisasi ini, metode tersebut kurang tepat jika masih diterapkan. Hal ini dikarenakan di dalam metode tersebut, sisiwa hanya dijadikan sebagai obyek saja. Siswa hanya mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru sehingga siswa menjadi bergantung kepada guru dan siswa juga menjadi enggan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diberikan guru kepadanya. Siswa menjadi malas untuk mencari pengetahuan-pengetahuan baru selain dari gurunya. Padahal di era modernisasi dan globalisasi ini, beragam ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Hal ini sudah tentu akan memberikan dampak positif, khususnya bagi dunia pendidikan. Sebagai contoh dengan adanya google, siswa dapat mencari informasi sebanyak-banyaknya tanpa harus bergantung pada gurunya. Namun perkembangan IPTEK tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh guru dalam proses pembelajaran di negara kita ini. Itulah mengapa diawal dikatakan bahwa negara kita masih terbayang-bayang oleh budaya dan kebiasaan negara penjajah, khususnya negara Belanda. Negara Belanda yang mana kepala pemerintahannya seorang raja, mewajibkan rakyat-rakyatnya untuk tunduk dan patuh pada rajanya tersebut. Begitu pula dengan metode pembelajaran tradisional. Dalam metode tersebut, siswa dapat dianalogikan sebagai rakyat dan guru dapat dianalogikan sebagai raja, yang mana siswa sangat patuh dan selalu mengiyakan apa yang disampaikan oleh guru kepadanya, seakan-akan apa yang disampaikan guru itu selalu benar. Oleh karena itu perlu adanya suatu perubahan metode pembelajaran dari yang tradisional ke yang inovatif. Metode pembelajaran inovatif mampu  menjadikan siswa lebih bersemangat. Metode ini juga lebih luwes jika dibandingkan dengan metode tradisioal. Dalam metode inovatif, siswa dapat memanfaatkan IPTEK semaksimal mungkin. Siswa dapat mengembangkan dan memperoleh pengetahuan secara lebih luas. Hal ini tentu dapat menumbuhkan rasa senang dan rasa ingin tahu yang lebih dan lebih sehingga informasi dan pengetahuan yang didapat siswa menjadi lebih luas. Namun untuk mengubah metode pembelajaran dari yang tradisional ke yang inovatif tidaklah mudah, mengingat metode pembelajaran tradisional tersebut sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu perubahan yang mendasar baik dari aspek pengetahuan atau pun pengalaman agar metode pembelajaran yang semula tradisional dapat berubah menjadi metode pembelajaran inovatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar