Negara
kita sudah merdeka hampir selama 68 tahun. Tetapi hal tersebut tidak
serta-merta membuat kita terbebas dari
belenggu negara penjajah. Kebiasaan dan budaya negara penjajah masih kental di
negara kita ini. Hal dapat dilihat salah satunya dari bidang pendidikan. Saat
ini masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran tradisional dalam
proses pembelajarannya. Di era globalisasi ini, metode tersebut kurang tepat
jika masih diterapkan. Hal ini dikarenakan di dalam metode tersebut, sisiwa
hanya dijadikan sebagai obyek saja. Siswa hanya mendengarkan penjelasan yang
disampaikan oleh guru sehingga siswa menjadi bergantung kepada guru dan siswa juga
menjadi enggan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diberikan guru
kepadanya. Siswa menjadi malas untuk mencari pengetahuan-pengetahuan baru
selain dari gurunya. Padahal di era modernisasi dan globalisasi ini, beragam
ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Hal ini sudah tentu akan
memberikan dampak positif, khususnya bagi dunia pendidikan. Sebagai contoh dengan
adanya google, siswa dapat mencari informasi sebanyak-banyaknya tanpa harus
bergantung pada gurunya. Namun perkembangan IPTEK tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya
oleh guru dalam proses pembelajaran di negara kita ini. Itulah mengapa diawal
dikatakan bahwa negara kita masih terbayang-bayang oleh budaya dan kebiasaan
negara penjajah, khususnya negara Belanda. Negara Belanda yang mana kepala
pemerintahannya seorang raja, mewajibkan rakyat-rakyatnya untuk tunduk dan patuh
pada rajanya tersebut. Begitu pula dengan metode pembelajaran tradisional.
Dalam metode tersebut, siswa dapat dianalogikan sebagai rakyat dan guru dapat
dianalogikan sebagai raja, yang mana siswa sangat patuh dan selalu mengiyakan
apa yang disampaikan oleh guru kepadanya, seakan-akan apa yang disampaikan guru
itu selalu benar. Oleh karena itu perlu adanya suatu perubahan metode
pembelajaran dari yang tradisional ke yang inovatif. Metode pembelajaran
inovatif mampu menjadikan siswa lebih
bersemangat. Metode ini juga lebih luwes jika dibandingkan dengan metode
tradisioal. Dalam metode inovatif, siswa dapat memanfaatkan IPTEK semaksimal
mungkin. Siswa dapat mengembangkan dan memperoleh pengetahuan secara lebih
luas. Hal ini tentu dapat menumbuhkan rasa senang dan rasa ingin tahu yang
lebih dan lebih sehingga informasi dan pengetahuan yang didapat siswa menjadi
lebih luas. Namun untuk mengubah metode pembelajaran dari yang tradisional ke
yang inovatif tidaklah mudah, mengingat metode pembelajaran tradisional
tersebut sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Oleh karena itu,
diperlukan suatu perubahan yang mendasar baik dari aspek pengetahuan atau pun
pengalaman agar metode pembelajaran yang semula tradisional dapat berubah
menjadi metode pembelajaran inovatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar