Masalah utama yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran matematika dan
IPA di Indonesia adalah usaha untuk mengubah metode pembelajaran dari
yang berorientasi pada guru menjadi metode pembelajaran yang
berorieantasi pada siswa. Guru masih menggunakan metode ekspositori
sehingga menyebabkan siswa menjadi pasif dan yang lebih mendominasi
kegiatan pembelajaran adalah guru. Sekarang ini masih banyak guru yang
memberikan LKS kepada siswanya namun di dalamnya hanya terdapat kumpulan
soal saja. Hal tersebut tentu tidak efektif karena siswa tidak dapat
memperoleh informasi-informasi dari LKS tersebut.
Guru mungkin mengira bahwa ia telah menerapkan metode inovatif dalam kegiatan pembelajarannya karena guru telah memberikan kesempatan kepada siswa-siswanya untuk berdiskusi. Namun tidak selamanya kegiatan diskusi tersebut merupakan perwujudan sikap demokrasi yang ditunjukkan oleh guru pada siswanya. Seringkali secara tidak sadar guru malah terlalu banyak memberikan petunjuk atau pun ceramah kepada siswanya. Hal tersebut dapat menjadikan siswa kehilangan konsentrasinya dalam berdiskusi dan bahkan siswa akan merasa bahwa guru tersebut kurang menghargainya.
Dalam artikel di atas juga telah disebutkan beberapa hal yang menjadi masalah dalam kegiatan pembelajaran matematika dan IPA di Indonesia. Oleh karena itu, artikel “Some Problems in the Effort of Promoting Innovations of Teaching Learning of Mathematics and Sciences in Indonesia” sangat bermanfaat bagi guru, khususnya guru matematika dan IPA karena dengan adanya artikel tersebut guru dapat mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi masalah dalam kegiatan pembelajaran matematika dan IPA di Indonesia. Dengan begitu guru dapat mengatasi dan memecahkan masalah-masalah tersebut agar ke depannya kegiatan pembelajaran matematika dan IPA di Indonesia lebih efektif, inovatif, dan fleksibel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar