Refleksi dari artikel diatas
Sewaktu saya duduk di bangku SD, saya juga pernah menganggap
kalau pelajaran matematika itu sulit. Terlebih harus ada banyak rumus yang
perlu saya pahami. Sempat terpikir oleh saya kenapa guru tidak memberikan
rumus-rumus cepat atau trik-trik agar saya lebih mudah dan lebih cepat dalam
mengerjakan soal. Tapi sekarang saya sadar, untuk apa saya bisa mendapatkan
jawaban yang benar dengan menggunakan rumus cepat tetapi saya tidak mengetahui
asal-muasal rumus tersebut. Saya menyadari bahwa dalam pembelajaran metematika
itu yang terpenting bukan jawaban benar yang saya temukan tetapi usaha saya
dalam menemukan jawaban benar tersebut. Tidak masalah jika diawal pembelajaran
saya mendapatkan jawaban yang salah karena itulah yang disebut proses
pembelajaran.
Tapi jika diperhatikan anggapan tentang sulitnya
pelajaran matematika itu masih berlaku hingga sekarang. Masih banyak siswa SD yang
menyatakan kalau matematika itu pelajaran yang rumit. Oleh karena itu, tugas
guru saat ini adalah bagaimana cara mengubah persepsi siswa terhadap pelajaran
matematika yang dianggap sulit itu menjadi pelajaran yang menyenangkan. Guru harus
mampu menghilangkan stigma negatif yang melekat pada pelajaran matematika agar
siswa tidak lagi menganggap matematika sebagai sesuatu yang menakutkan. Tapi sebelumnya,
guru harus memahami dan mengetahui kesulitan-kesulitan serta hambatan-hambatan
yang dialami siswanya selama proses pembelajaran terlebih dahulu. Dan menurut
saya, identifikasi problematika pembelajaran matematika di SD tersebut dapat
membantu para guru untuk lebih mengenal permasalahan-permasalahan kaitannya
dengan pembelajaran matematika di SD agar tidak ada lagi anggapan bahwa
matematika itu sulit dan agar ke depannya pembelajaran matematika di SD dapat
berjalan dengan lancar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar