Setelah
membaca artikel di atas, menurut pendapat saya, hakekat matematika
sekolah dapat digunakan untuk mengubah metode pembelajaran matematika
dari yang tradisional ke yang inovatif. Dengan diterapkannya metode
inovatif maka siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Telah disebutkan
dalam artikel di atas bahwa hakekat matematika sekolah itu meliputi
kegiatan penulusuran pola/ hubungan, kegiatan problem solving, kegiatan
investigasi, dan kegiatan komunikasi. Hakekat tersebut dapat membuat
matematika menjadi lebih menyenangkan bagi siswa karena siswa dapat
melakukan berbagai aktivitas matematika secara lebih mandiri. Melalui
kegiatan penulusuran pola/ hubungan, siswa diberi kesempatan oleh guru
untuk menemukan dan mendeskripsikan hubungan antara dua atau lebih
konsep matematika. Kemudian apabila terdapat persoalan-persoalan
matematika, mereka dapat mencari solusi atau pemecahan masalahnya
sendiri. Namun di sini guru juga dapat membantu siswa dengan
mengidentifikasi informasi-informasi apa saja yang dapat siswa gunakan
untuk memecahkan masalah tersebut. Setelah melakukan kegiatan pemecahan
masalah, siswa diberi kesempatan untuk melakukan investigasi. Kegiatan
investigasi ini dapat mendorong siswa untuk senantiasa mencari sesuatu
yang baru. Keingintahuan siswa akan bertambah seiring dengan seringnya
siswa melakukan investigasi. Dalam pembelajaran matematika sudah pasti
ada komunikasi. Baik itu komunikasi antara guru dan siswa atau
antarsiswa. Dalam menyampaikan pendapat secara langsung dalam kelas,
siswa pasti menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya. Begitu pula
dengan guru, guru menggunakan bahasa untuk menjelaskan, menanggapi atau
pun memberi koreksi terhadap pendapat yang disampaikan siswa tersebut.
Oleh karena itu, hakekat matematika sekolah dapat dijadikan alternatif
agar kegiatan pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar